Ada Apa Dengan Pembaharuan Karismatik Katolik?

Sebuah pandangan baru dari kacamata berbeda agar dibaca dengan hati dan pikiran yang terbuka.

Sudah hampir 5 tahun sejak pertama kali saya bergabung dengan gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik. Waktu itu, saya belum dibabtis, saya masih calon baptis yang mengikuti kelas katekumen. Dan selama itu pula, saya menemukan banyak sekali pendapat sinis dari umat – umat Katolik yang lain jika topik yang dibahas berhubungan dengan Karismatik. Bahkan ada juga para religius seperti Romo maupun Suster yang ikut – ikutan “alergi”.

Jika tidak bersimpati dan tidak mendukung, itu bukan menjadi masalah. Karena setiap orang berhak untuk memilih. Tetapi mengapa sampai harus “diserang” dan dilarang? Ada apa dengan Karismatik?

Beberapa pendapat yang paling sering saya dengar adalah bahwa karismatik itu ikut – ikutan gaya Protestan. Ada juga yang meragukan karunia – karunia Roh seperti bahasa roh ataupun nubuatan, dan masih banyak alasan – alasan lain yang terkesan dibuat – buat atas dasar yang lemah.

Sahabat, jika gerakan karismatik itu adalah sesuatu yang sesat, tidak sesuai dengan Gereja Katolik, dan hanya ikut – ikutan, mengapa gerakan ini bisa di-sah-kan oleh Paus kita? Apakah Paus kita salah membuat keputusan? Kalau salah, mengapa sampai hari ini, masih bertahan dan terus berkembang serta mendapat dukungan penuh dari Vatikan?

Gerakan Pembaharuan Karismatik pada dasarnya hanyalah sebuah gerakan untuk kembali meniru para rasul saat masa gereja pertama. Pada waktu itu, Bunda Maria berserta para rasul dan murid memiliki gaya hidup berkumpul, memuji Tuhan dan berdoa bersama. Mereka juga melakukan pelayanan dan mukjizat dalam nama Yesus.

Dan…, bukankah para rasul juga berkata – kata dalam bahasa yang berbeda dan tidak mereka mengerti? Bukankah Roh Kudus juga diberikan kepada kita semua? Lalu jika ada yang mau mengembangkan karunia itu lebih lagi untuk meningkatkan kualitas spiritualitasnya, apakah itu bertentangan? Mengapa diragukan?

Lalu bagaimana dengan lagu – lagu yang digunakan? Saya pernah mendengar seorang tokoh Protestan yang kagum pada Gereja Katolik mengatakan demikian: “Untuk Tuhan, kita hanya boleh mempersembahkan lagu – lagu terbaik. Dan lagu terbaik itu adalah lagu – lagu Gregorian.”

WOW! Saya dulu begitu terkesan dengan opini beliau. Namun opini lanjutan beliau membuat saya sedikit struggling di dalam hati saya. Beliau menambahkan: “Lagu – lagu pop rohani yang populer sekarang hanyalah “cheap songs”, tidak pantas untuk Tuhan.”

OMG! Benarkah demikian? Saya belum bisa menerima sepenuhnya pendapat lanjutan itu. Tidak munafik, karena saya merasa lagu – lagu pop rohani juga banyak yang lirik serta “aura” musiknya bagus.

Akhirnya pertanyaan tersebut terjawab beberapa waktu lalu ketika saya mengikuti program SCHOOL OF MISSION yang diselenggarakan oleh Intstitute for World Evangelization – ICPE Mission di Selandia Baru. IWE – ICPE Mission adalah sebuah lembaga internasional yang didirikan pada 1985 dan mendapatkan pengakuan resmi (Pontifical Right) dari Beato Yohanes Paulus II.

Sahabat, saya menemukan Tuhan yang sebenarnya. Tuhan kita bukanlah Tuhan yang boring dan monoton, tapi Dia bersukacita atas kita dengan sorak sorai. Saya percaya, ketika kita melompat – lompat kegirangan, Tuhan pun melompat dan bergembira dengan kita. Pernah lihat gambar – gambar Yesus di Filipina? Saya senang sekali melihat Yesus yang digambarkan memainkan gitar listrik layaknya seorang gitaris band handal.

Ya, gambar Allah yang salah sering sekali mempengaruhi pandangan kita. Sering sekali kita memandang Allah sebagai sosok yang sempurna dan perfeksionis. Tuhan kita memang adalah sempurna, tetapi Dia tidak perfeksionis. Dia mau menerima apa saja yang kita persembahkan, bahkan hal terburuk sekalipun, yaitu dosa kita. Apalagi dengan lagu – lagu pop rohani yang kita nyanyikan untuk memuji dan menyembah Dia, sudah pasti itu sangat menyenangkan Dia.

Saya tidak mengatakan, lagu – lagu Gregorian itu membosankan, karena saya sendiri adalah pecinta musik Gregorian. Hanya saja, saya tidak mau mengatakan kalau hanya musik Gregorian saja yang menyenangkan Allah. Soalnya, jika hanya musik Gregorian yang pantas, bagaimana dengan nyanyian Daud? Emangnya waktu zaman Daud sudah ada musik Gregorian?

Para sahabat dan saudara terkasih, yuk, mari kita berpandangan lebih terbuka. Coba ikuti dan pahami Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik, kita sama – sama cari tahu kebenarannya. Supaya kita tidak menghakimi tanpa dasar yang kuat. Punya dasar kuat saja tidak boleh menghakimi, apalagi kalau tidak punya dasar?

Semakin Karismatik, Semakin Katolik.

God bless you,

-Pin-

*Website ICCRS: http://www.iccrs.org/

*Website IWE – ICPE Mission: http://www.icpe.org/

*Website ICPE Mission NZ: http://icpe-nz.blogspot.com/

Advertisements
This entry was posted in Christianity, My Story, Relationship and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Ada Apa Dengan Pembaharuan Karismatik Katolik?

  1. Arianto Wibowo says:

    ijin share ya Ko Pin hehe
    salam kenal juga 🙂
    ari – jogja

  2. Alexius Wijaya says:

    Sungguh benar apa yg penulis katakan. Saya dulunya adalah seorang pencemooh dan “alergi” dgn Karismatik. Tetapi, sungguh besar kasih Yesus kepada saya, sehingga Roh Kudus bekerja atas saya, dan saya mengalami pengalaman2 iman yg mendalam melalui Ekaristi di Lembah Karmel Cikanyere. Tuhan membawa saya kepada pertobatan yg dahsyat. Lagu pop atau gregorian sungguh tidak berpengaruh terhadap kasih Tuhan. Iman dan Cinta lah yg dapat mengubah segalanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s